Kategori
Majalah Digital

CERPEN

Sepatu Tua Ayah

Suara langkah kaki ayah selalu menjadi musik pagi di rumah kami. Ketika matahari belum benar-benar muncul, langkahnya sudah terdengar dari ruang tamu menuju pintu depan. Ayah selalu berangkat kerja lebih awal, membawa tas kain luluh dan memakai sepatu hitam yang sudah kehilangan kilaunya.

Aku sering memperhatikan sepatu itu — kulitnya retak di bagian samping, solnya sedikit mengelupas, tapi tetap ia dikenakan setiap hari tanpa mengeluh. “Masih kuat, kok,” setiap kali Ibu menyarankan untuk membeli yang katanya baru. Padahal aku tahu, uang gaji ayah sering kali lebih dulu habis untuk kebutuhan sekolahku dan adikku. Pagi Sebelum Hari Ayah

Pagi hari itu, di sekolah, guru kami memberi pengumuman:

“Anak-anak, besok tanggal 12 November kita peringati Hari Ayah Nasional . Silakan bawa hadiah kecil untuk ayah kalian, tidak perlu mahal, yang penting dari hati.”Aku termenung. Selama ini aku sering membuat kartu untuk Ibu di Hari Ibu, tapi belum pernah benar-benar memberi apa pun untuk Ayah. Rasanya tidak adil — padahal Ayah juga selalu ada untukku, hanya saja ia jarang menunjukkan kasih sayang dengan kata-kata.Sepulang sekolah, aku membuka celenganku. Uangnya tak banyak — hanya beberapa lembar ribuan dan sekeping dua ribu. Tidak cukup untuk membeli sesuatu yang besar. Tapi tiba-tiba mataku tertuju pada sepatu ayah di dekat pintu. Sepatu tua itu seperti berbicara kepadaku: “Aku lelah, tapi Ayahmu tetap bangga memakainya demi kalian.”Aku pun memutuskan: aku akan membuat sepatu itu tampak baru kembali. Malam yang Tenang Malam itu, setelah semua tertidur, aku mengambil sepatu ayah dengan hati-hati. Aku membersihkan debu dan lumpur yang menempel, lalu menggosoknya dengan semir hitam yang kubeli dari warung kecil di depan rumah. Aku mengelapnya hingga mengilap — meski sedikit lelah, aku merasa bahagia membayangkan wajah Ayah besok pagi.Di dalam sepatu kiri, aku menyelipkan secarik kertas kecil bertuliskan:“Untuk Ayah, terima kasih sudah berjalan sejauh ini demi kami. Aku bangga padamu. Selamat Hari Ayah.”Sebelum tidur, aku menatap sepatu itu sekali lagi. Rasanya seperti aku baru saja memperbaiki bukan hanya sepasang sepatu — tapi juga menambal cinta yang sering tak sempat kuucapkan. Pagi yang Berbeda,Pagi itu berbeda. Saat Ayah hendak berangkat kerja, ia teringat lama di depan pintu. Tangannya memegang sepatu hitamnya yang kini tampak berkilau. Ia mengeluarkan kertas kecil dari dalamnya, membacanya perlahan. Aku melihat matanya mulai basah.“Ini… yang kamu lakukan, ya?” Aku hanya mengangguk pelan.Tanpa berkata banyak, Ayah memelukku erat. Pelukan itu hangat, seperti matahari pagi yang baru muncul.“Terima kasih, Nak,” katanya dengan suara bergetar. “Sepatu ini memang sudah tua… tapi sekarang rasanya baru lagi, seperti semangat Ayah.”Hari itu Ayah berangkat dengan langkah tegas. Aku berdiri di depan rumah, melihatnya berjalan menjauh dengan sepatu orang tuanya yang kini berkilau, seakan ikut tersenyum bersama mentari.Beberapa Minggu Kemudian,Sejak hari itu, Ayah lebih sering tersenyum. Ia.

 mulai membawa pulang cerita-cerita lucu dari tempat kerjanya. Kadang-kadang, saat aku belajar di ruang tamu, ia duduk di sampingku sambil berkata,“Jangan cepat menyerah, Nak. Kalau Ayah bisa menempuh jarak sejauh ini dengan sepatu tua, kamu pun bisa melangkah jauh dengan ilmu.”Sepatu itu kini menjadi simbol perjuangan di rumah kami. Ibu bahkan menaruhnya di rak khusus setiap kali Ayah pulang, bukan lagi dibiarkan berdebu di dekat pintu. Setiap kali aku melihatnya, aku teringat malam itu — malam ketika aku belajar bahwa cinta tak selalu membutuhkan hadiah mahal, cukup keikhlasan dan perhatian kecil yang tulus

Kategori
Majalah Digital

                           PERJUANGAN IR. SOEKARNO

                               DALAM KEMERDEKAAN

Perjuangan Ir Soekarno 

Ir Soekarno memiliki peran penting dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia, sebagai proklamator, perumus dasar negara Pancasila. Bersama Mohammad Hatta, Soekarno membacakan teks Proklamasi Kemerdekaan pada 17 Agustus 1945, yang menandai lahirnya bangsa Indonesia dan mengakhiri era penjajahan Jepang dan Belanda. 

Soekarno mempunya partai yang juga memiliki peran penting dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia yaitu dari Partai Nasional Indonesia(PNI). PNI sendiri dibentuk didasarkan pada gagasan untuk tidak bekerja sama dengan pemerintah Hindia Belanda. Hal tersebut membuat Soekarno dan tujuh pemimpin partai lainnya ditangkap pada Desember 1929. Mereka diadili karena dianggap mengancam ketertiban umum.  Akibat permasalahan ini, PNI pun dibubarkan pada 25 April 1931. 

Masa akhir perjuangan Ir. Soekarno ditandai dengan penurunan kekuasaan politiknya, yang secara resmi berakhir pada tahun 1967 setelah dicabut mandatnya oleh MPRS. Ia kemudian menjalani tahun-tahun terakhirnya sebagai tahanan politik di bawah pengawasan ketat, dan wafat pada 21 Juni 1970 karena komplikasi penyakit yang dideritanya.  

 

 

Kategori
Majalah Digital

Sepatu Tua Ayah

Suara langkah kaki ayah selalu menjadi musik pagi di rumah kami. Ketika matahari belum benar-benar muncul, langkahnya sudah terdengar dari ruang tamu menuju pintu depan. Ayah selalu berangkat kerja lebih awal, membawa tas kain luluh dan memakai sepatu hitam yang sudah kehilangan kilaunya.

Aku sering memperhatikan sepatu itu — kulitnya retak di bagian samping, solnya sedikit mengelupas, tapi tetap ia dikenakan setiap hari tanpa mengeluh. “Masih kuat, kok,” setiap kali Ibu menyarankan untuk membeli yang katanya baru. Padahal aku tahu, uang gaji ayah sering kali lebih dulu habis untuk kebutuhan sekolahku dan adikku. Pagi Sebelum Hari Ayah

Pagi hari itu, di sekolah, guru kami memberi pengumuman:

“Anak-anak, besok tanggal 12 November kita peringati Hari Ayah Nasional . Silakan bawa hadiah kecil untuk ayah kalian, tidak perlu mahal, yang penting dari hati.”Aku termenung. Selama ini aku sering membuat kartu untuk Ibu di Hari Ibu, tapi belum pernah benar-benar memberi apa pun untuk Ayah. Rasanya tidak adil — padahal Ayah juga selalu ada untukku, hanya saja ia jarang menunjukkan kasih sayang dengan kata-kata.Sepulang sekolah, aku membuka celenganku. Uangnya tak banyak — hanya beberapa lembar ribuan dan sekeping dua ribu. Tidak cukup untuk membeli sesuatu yang besar. Tapi tiba-tiba mataku tertuju pada sepatu ayah di dekat pintu. Sepatu tua itu seperti berbicara kepadaku: “Aku lelah, tapi Ayahmu tetap bangga memakainya demi kalian.”Aku pun memutuskan: aku akan membuat sepatu itu tampak baru kembali. Malam yang Tenang Malam itu, setelah semua tertidur, aku mengambil sepatu ayah dengan hati-hati. Aku membersihkan debu dan lumpur yang menempel, lalu menggosoknya dengan semir hitam yang kubeli dari warung kecil di depan rumah. Aku mengelapnya hingga mengilap — meski sedikit lelah, aku merasa bahagia membayangkan wajah Ayah besok pagi.Di dalam sepatu kiri, aku menyelipkan secarik kertas kecil bertuliskan:“Untuk Ayah, terima kasih sudah berjalan sejauh ini demi kami. Aku bangga padamu. Selamat Hari Ayah.”Sebelum tidur, aku menatap sepatu itu sekali lagi. Rasanya seperti aku baru saja memperbaiki bukan hanya sepasang sepatu — tapi juga menambal cinta yang sering tak sempat kuucapkan. Pagi yang Berbeda,Pagi itu berbeda. Saat Ayah hendak berangkat kerja, ia teringat lama di depan pintu. Tangannya memegang sepatu hitamnya yang kini tampak berkilau. Ia mengeluarkan kertas kecil dari dalamnya, membacanya perlahan. Aku melihat matanya mulai basah.“Ini… yang kamu lakukan, ya?” Aku hanya mengangguk pelan.Tanpa berkata banyak, Ayah memelukku erat. Pelukan itu hangat, seperti matahari pagi yang baru muncul.“Terima kasih, Nak,” katanya dengan suara bergetar. “Sepatu ini memang sudah tua… tapi sekarang rasanya baru lagi, seperti semangat Ayah.”Hari itu Ayah berangkat dengan langkah tegas. Aku berdiri di depan rumah, melihatnya berjalan menjauh dengan sepatu orang tuanya yang kini berkilau, seakan ikut tersenyum bersama mentari.Beberapa Minggu Kemudian,Sejak hari itu, Ayah lebih sering tersenyum. Ia mulai membawa pulang cerita-cerita lucu dari tempat kerjanya. Kadang-kadang, saat aku belajar di ruang tamu, ia duduk di sampingku sambil berkata,“Jangan cepat menyerah, Nak. Kalau Ayah bisa menempuh jarak sejauh ini dengan sepatu tua, kamu pun bisa melangkah jauh dengan ilmu.”Sepatu itu kini menjadi simbol perjuangan di rumah kami. Ibu bahkan menaruhnya di rak khusus setiap kali Ayah pulang, bukan lagi dibiarkan berdebu di dekat pintu. Setiap kali aku melihatnya, aku teringat malam itu — malam ketika aku belajar bahwa cinta tak selalu membutuhkan hadiah mahal, cukup keikhlasan dan perhatian kecil yang tulus.

Kategori
Berita

KEGIATAN SEMINAR MAS ASSALAFIYYAH 

DAY 1

 

Rabu, 05 november 2025 MAS assalafiyyah mlangi mengadakan seminar untuk mengisi waktu belajar kelas 10-11 dikarnakan kelas 12 sedang melaksanakan TKA. Tepatnya pada pukul 08:00 seluruh anak-anak kelas 10-11 diarahkan menuju trajumas untuk mengikuti seminar dengan tema ‘Level up your future mempersiapkan diri dan meraih peluang studi ke luar negri. “ bermimpilah setinggi-tingginya,semisal kalian bermimpi menjadi pejabat maka bermimpi juga menjadi pemimpin yang baik dan diidolakan oleh masyarakat,mimpi tersebut dapat diraih dengan cara pendidikan. tujuan adanya seminar ini untuk membangkitkan semangat anak-anak MAS assalafiyyah agar tidak hanya ingin kuliah di dalam negri namun juga diluar negri” kata sambutan dari pak haris selaku bapak kepala sekolah MAS assalafiyyah mlangi. 

 

Seminar kali ini kita mendatangkan tamu yang sangat masyaallah, beliau adalah ibu annisa lutfi hanifah Lc.M.Ag , seorang alumni al ahzar kairo,mesir dengan jurusan tafsir dan ulumul qur’an dan baru saja menyelesaikan S2 nya di UIN Sunan Kalijaga dengan jurusan yang sama, beliau pecinta bahasa arab dan al-qur’an. juga peraih beasiswa al ahzar jalur gontor angkatan 1. Seminar kali ini ibu annisa mengangkat judul “study in the middle east your next big move” yang membahas tentang bagaimana caranya mendapatkan beasiswa keluar negri khususnya timur tengah, hingga menceritakan lika liku menuju kesukesan.

 

Beasiswa adalah rezeky dari allah yang harus dipersiapkan dan diusahakan untuk mendapatkannya. Dan sekarang juga sudah banyak beasiswa yang dibuka khususnya untuk ke al ahzar ada beberapa jalur, contohnya jalur NU menerima 50 orang, jalur Gontor menerima 50 orang, jalur Kemenag menerima 20 orang. kuliah dimesir itu gratis, ga bayar hanyar bayar diawal,kartu ujian dan beli buku. enaknya dapat beasiswa al ahzar itu berangkat-pulang dibiayain, dapat makan, uang saku, uang buku, asrama, visa gratis, rihlah, dan apabila naik 2 kali berturut diberi hadiah tiket liburan. 

 

Jenis jenis beasiswa juga banyak contohnya beasiswa full schoolship dan lain sebagainya. Kenapa harus luar negri? karna wawasan global dan pola pikir jadi lebih terbuka, penguasaan bahasa asing dan mengenal lebih banyak budaya, jenjang internasional, kemandirian dan karakter yang tangguh. Dan kenapa harus timur tengah? karna timur tengah itu pusat peradaban islam dan bahasa arab, rumah bagi universitas islam tertua didunia, lingkungan religius dan intelektual, biaya hidup dan beasiswa yang bersahabat, jaringan internasional yang luas.

 

Untuk mendaftar ke mesir juga mempunyai 3 jalur: 1. Via pemerintah

  1. Via universitas langsung
  2. Via non- pemerintah lembaga yayasan                      

                                                                                        islam 

  

Beliau juga membagi sedikit tips untuk mendaftar Beasiswa seperti 

  1. Pahami karakteristik beasiswa yang dituju
  2. Lengkapi semua dokumen dan syarat ini yang paling penting
  3. Perhatikan skor tes bahasa
  4. Siapkan eassy/motivation leter dengan matang 
  5. Latih diri menghadap wawancara
  6. Tentukan target universitas dan program studi sejak awal
  7. Latih diri untuk menghadap wawancara
  8. Cari mentor dan alumni yang tepat

dan juga beberapa tips supaya berhasil dapat beasiswa al ahzar

    1. Kuasai bahasa arab
    2. Kenali cara belajar dan memenejem waktu
  • Mindset dan resillence, fokus pada proses
  1. Jangan takut gagal
  2. Doa, ikhtiar, dan tawakal

tidak hanya ikhtiar kita yang mengantar pada kesuksesan tapi juga doa dari orang tua yang paling penting.

 

Kesimpulan dari seminar kali ini adalah jika kita ingin kuliah di timur tengah maka harus sabar, ikhtiar, tawakal, pantang menyerah dalam belajar bahasa arab, intinya mau belajar, sabar dan doa dari orang tua. Acara ditutup dengan berbagai pertanyaan dari siswa-siswi yang bertanya. Zidan bertanya “ Tantangan terbesar disana apa?”, beliau menjawab ‘ tantangan terbesarnya adalah bahasa nya soalnya selain bahasa arab biasa disana lebih sering dipakai bahasa amiyyah, selain bahasa, perubahan cuaca yang drastis juga menjadi tantangan.’Nova rizal saputra bertanya” Jurusan paling diminati apa kak?” djawab oleh beliau “ kalo beasiswa boleh mengambil apapun jurusan, paling sedikit peminat tuh bahasa arab, dan paling banyak peminat syariah dan usuludin.” Aisha putri faradina bertanya “ Contoh kehidupan dimesir yang bikin sabar?” lalu beliau menjawab “ Tabiat orang sana tuh keras’ jadi mustahil ga liat orang berantem dan bentak’ satu sama lain,selain itu dimesir juga sistem administrasinya masih manual jadi harus sangat sabar mengantri.”

 

Acara ditutup dengan berbagai kata’ motivasi salah satunya “ Teruslah belajar, teruslah bertumbuh, dunia menunggu kalian. Mimpimu boleh besar tapi siapkan langkah kecil dari sekarang.”

 

Kategori
Berita

RINDU TEROBATI : PONDOK PESANTREN ASSALAFIYYAH MLANGI MENGGELAR PENJENGUKAN YANG DISAMBUT ANTUSIAS

 

     Suara tangis haru santriwan santriwati menggema di pagi ini yang diwarnai langit biru cerah pada tanggal 05 Oktober 2025. Bahwasanya, Pondok Pesantren Assalafiyah Mlangi menggelar acara penjengukan setelah dua bulan terakhir penjengukan lalu. Para santri yang berpakaian putih dengan sarung khasnya berkumpul di Pendopo PAUD lama tepatnya di samping kantin untuk menunggu orang tua mereka menjemputnya.

“Akhirnya penjengukan juga” ujar Najmin nur Izzati, salah satu santriwati.

 

Santri-santri bergegas menghampiri kendaraan orang tua masing-masing ketika kendaraan itu masih terlihat di kejauhan, tangis pecah ketika para santri bertemu dan berpelukan dengan para orang tua yang sudah lama menahan rindu untuk bertemu. Momen bertemu dengan orang tua adalah momen yang paling di tunggu-tunggu oleh semua santri di assalafiyyah. Tangis pilu juga terdengar dari para santri-santri yang tak dapat dijenguk karena jarak tempuh yang jauh, kebanyakan dari santri-santri ini berasal dari luar jawa yang hanya mampu melakukan via video call yang berlangsung hanya 20 menit. 

 

Penjengukan dimulai pada pukul 08.00 WIB untuk santri putra dan berlangsung hingga pukul 14.00, sementara untuk santri putri dimulai pada pukul 09.00 sampai 16.00 WIB. Tempat yang dituju para santri rata rata pusat perbelanjaan maupun aksesoris seperti Mana Kampus,Gramedia, Petra Fashion, Jelita, bahkan Mall terdekat. Tujuannya adalah untuk  diantara kebahagiaan santriwan dan santriwati yakni adalah kiriman, baik dalam bentuk uang atau pun jajan dan kami biasa menyebutnya dengan IN atau inak inak, maksudnya jajan enak, inilah suatu hal yang sangat ditunggu tunggu oleh santri, mereka akan menyerbunya dan *HAP* hilang dalam sekejap. 

 

Untuk jadwal waktu penjengukan di ponpes kami dibedakan antara putra dan putri, untuk putra pagi hari mulai pukul 07.00 sd 08.00 sementara putri pukul 09.00 sd 10.00 penjengukan ini berlangsung selama tujuh jam, santri diperbolehkan bertemu orang tua dan keluar dari pondok  sekedar berefreshing dan mencari angin  untuk menghilangkan penat setelah dua bulan lamanya berjuang menuntut ilmu di pondok pesantren.

 

setelah tujuh jam lamanya santri dikembalikan ke ponpes untuk melanjutkan belajar ,berpisah dengan orangtua dan kembali berjuang untuk merengkuh masa depan yang telah menanti cerah.

Kategori
Majalah Digital

Sejarah Singkat Sumpah Pemuda

Sumpah Pemuda merupakan salah satu tonggak penting dalam sejarah perjuangan kemerdekaaan Indonesia. Peristiwa ini terjadi pada tanggal 28 Oktober 1928, saat berlangsungnya Kongres Pemuda II  di Batavia (sekarang Jakarta). Dalam kongres tersebut para pemuda dari berbagai daerah di indonesia menyatakan tekad untuk bersatu sebagai satu bangsa, satu tanah air, dan satu bangsa, yaitu Indonesia.

 

    Alur Peristiwa Sumpah Pemuda 

  1. Latar Belakang 
  • Pada awal abad ke-20, mulai tumbuh kesadaran nasional di kalangan pelajar dan pemuda Indonesia.
  • Muncul berbagai organisasi kepemudaan yang bersifat kedaerahan, seperti Jong Java, Jong Sumatranen Bond, Jong Ambon, dan lainnya.
  • Para Pemuda menyadari bahwa perjuangan yang terpisah- pisah tidak akan berhasil mengusir penjajah.
  • Oleh karena itu, diperlukan persatuan nasional di antara para pemuda dari berbagai daerah.

 

2.Kongres Pemuda I (1926)

  • Kongres ini bertujuan untuk menyatukan organisasi-organisasi pemuda.
  • Namun, hasilnya belum maksimal karena masih kuatnya semangat kedaerahan.

 

3. Kongres pemuda II (27-28 Oktober 1928)

  • Diselenggarakan oleh organisasi Penghimpunan Pelajar-pelajar Indonesia (PPPI).
  • Kongres berlangsung dalam tiga sesi:
    • Sesi I (27 Oktober 1928) di Gedung Katholieke Jongenlingen Bond(KJB) membahas pentingnya persatuan bangsa. 
    • Sesi II (28 Oktober pagi) di Gedung Oost-Java Bioscoop membahas masalah bahasa persatuan.
    • Sesi III (28 Oktober sore) di Gedung Indonesische Clubhuis Kramat, dimana rumusan Sumpah Pemuda dibacakan.

 

  1. Pembacaan Sumpah Pemuda 
  • Sumpah Pemuda dibacakan oleh Soegondo Djojopoespito selaku ketua kongres dan dirumuskan oleh Muhammad Yamin.
  • Setelah pembacaan sumpah, untuk pertama kalinya lagu “Indonesia Raya” ciptaan Wage Rudolf Supratman diperdengarkan secara instrumental.

 

             Isi Sumpah Pemuda:  

  1. Kami putra putri Indonesia,  engkau tertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia. 
  2. Kami putra dan putri Indonesia,  mengaku berbangsa yang satu ,bangsa Indonesia.  
  3. Kami putra putri Indonesia,  menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.  

   

Kategori
Berita

Bertabur  Juara : MAS Assalafiyyah Mlangi Membawa Pulang Lebih Dari Sepuluh Piala

Sorakan penuh kebahagiaan memenuhi atmosfer lapangan MAS Assalafiyyah Mlangi Sleman pada tanggal 27 September 2025. Pasalnya, Bapak Fatkhuddin Haris, S.Pd. I., selaku kepala madrasah MAS Assalafiyyah mengumumkan bahwa MA Assalafiyyah Mlangi membawa 12 piala PKM kabupaten Sleman 2025. 

“Alhmadulillah, siswa dan siswi MAS Assalafiyyah kemarin banyak membawa pulang piala PKM tingkat kabupaten Sleman 2025.” Kata Pak Haris di depan seluruh siswa saat apel pagi berlangsung. 

PKM kabupaten Sleman 2025 dilaksanakan dua hari secara berturut-turut, yakni pada tanggal 23-24 September 2025. Jumlah siswa MAS Assalafiyyah Mlangi yang berangkat mengikuti perlombaan tersebut yaitu sebanyak 57 siswa dan siswi. Sedangkan, untuk cabang lomba yang diikuti sebanyak 24 cabang lomba. Lomba tersebut diantaranya yaitu bola voli, tenis meja, bulu tangkis baik ganda maupun tunggal, catur dan sebagainya.

Perlombaan tersebut digelar di berbagai tempat. Untuk cabang bola voli dilaksanakan di lapangan Gondang Legi, Sleman. Cabang bulu tangkis bertempat di GOR Marga Jaya. Cabang tenis meja berlokasi di MA Diponegoro. 

Daftar siswa yang mendapatkan juara yaitu sebagai berikut:

  1. JUARA 1 HADROH 

-Ulyraos Nadi Riyadi

-M Washilatul Al Lutfi

-Alim Zada Faedullah

-Naufal Zafriyan Nabil

-Fathir Rahman Nur Qaaf

-Yudhistira Titan Jati Asmoro

-Madchan Chasani Mubarok

-Muhammad Zidane

-Muhammad Irsyadulngibad

-Ahmad zakky Mubarok

-Muhammad Naufal Zidan ahza

  1. JUARA 1 TENIS MEJA TUNGGAL PUTRA

-Fauzan Masykur Wishnutama

  1. JUARA 1 TENIS MEJA GANDA PUTRA

-Fatan Khasanul Hidayat

-Muhammad Thoil Afiq

  1. JUARA 1 LOMBA KALIGRAFI

-Fatan Akiv Hawadziq

  1. JUARA 2 MTQ PUTRI

-Zanuba Annisaturrufqoh

  1. JUARA 2 MHQ PUTRA

-Muhammad Muchib Chairulfata

  1. JUARA 2 MHQ PUTRI

-Indi Najma Zahira Arif

  1. JUARA 3 MTQ PUTRA

-Muhammad Hafiz Al Qodir  

  1. JUARA 3 BERSAMA LOMBA MSQ PUTRA

-Fahdallah chadziq Musthofa  

-Ahmad Yusuf Habiburrahman 

-Khusni Fajar Mubarok

  1. JUARA 3 BERSAMA LOMBA LARI 100 M PUTRA

-Muhammad Rasyid Ridlo

  1. JUARA 3 CATUR PUTRI

-Giffanaura Archieputri A.

  1. JUARA 3 BERSAMA LOMBA NASYID

-Almiradra Shafa Ranjana

-Churun’in Luthfia Zahra

-Cheysha Nur Linnazira

-Nina Nurhanifa

“Saya sangat beruntung karena bisa mondok di Assalafiyyah yang membuat saya dapat menang lomba kemarin. Pondok ini sangat mendukung saya dengan menyiapkan mentor, fasilitas dan materi yang harus saya pelajari.” kata Alim Zada Faedullah, salah satu peserta lomba yang mendapatkan juara PKM kabupaten Sleman.

Prestasi yang diraih MAS Assalafiyyah Mlangi Sleman ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh siswa untuk terus mengembangkan bakat dan kemampuan mereka, serta mengharumkan nama sekolah di tingkat nasional.

Penulis : 

Hafiz Ramadhan 

Ahmad Ghaisan Taba Tabai

Kategori
Majalah Digital

Bagaimana G30S/PKI Bisa Terjadi?

 

        Awal 1960-an, Indonesia berada di bawah kepemimpinan Presiden Soekarno dengan konsep Nasakom (Nasionalis, Agama, dan Komunis). Konsep ini bertujuan menyatukan kekuatan politik yang berbeda-beda. Namun, dalam praktiknya justru sering menimbulkan gesekan. PKI (Partai Komunis Indonesia) semakin kuat dengan jutaan anggota, sementara Angkatan Darat merasa terancam karena pengaruh PKI yang semakin besar.

     PKI sering berseberangan dengan TNI Angkatan Darat, terutama dalam hal kebijakan pertanahan (reforma agraria) dan isu politik. PKI mendapat dukungan dari rakyat kecil dan petani, sedangkan Angkatan Darat lebih dekat dengan kelompok agama dan nasionalis. Persaingan ini menciptakan ketegangan tinggi.

    Indonesia saat itu mengalami inflasi yang sangat tinggi, harga-harga melambung, dan kesejahteraan rakyat menurun. Situasi ini dimanfaatkan oleh kelompok politik untuk saling menyalahkan dan berebut pengaruh. Presiden Soekarno memiliki kedekatan dengan PKI dan sering memberi mereka ruang politik. Misalnya, PKI mendukung gagasan ‘Angkatan Kelima’ yaitu persenjataan bagi buruh dan tani. Ide ini ditolak Angkatan Darat karena dianggap mengancam posisi mereka.

     Dalam situasi politik yang panas itu, pada malam 30 September 1965 muncul gerakan bersenjata yang menculik dan membunuh enam jenderal serta satu perwira menengah Angkatan Darat. Peristiwa ini kemudian dikenal sebagai G30S.

     Setelah peristiwa itu, Angkatan Darat di bawah pimpinan Mayor Jenderal Soeharto bergerak cepat dan menuduh PKI sebagai dalang. Tuduhan ini diperkuat dengan propaganda melalui media dan film. Akibatnya, PKI dibubarkan dan anggotanya ditumpas di seluruh Indonesia.

     Jadi, G30S/PKI bisa terjadi karena campuran antara persaingan politik, konflik ideologi, kondisi ekonomi yang buruk, serta perebutan pengaruh antara PKI, Angkatan Darat, dan Presiden Soekarno. Peristiwa itu menjadi titik balik yang mengubah arah politik Indonesia secara drastis.

Timeline Menuju Peristiwa G30S/PKI

  •   1960: Presiden Soekarno memperkuat konsep Nasakom (Nasionalis, Agama, Komunis) untuk menyatukan kekuatan politik.
  •   1962: PKI semakin berkembang dengan jutaan anggota, menjadi salah satu partai komunis terbesar di dunia.
  •   1963: Ketegangan antara PKI dan Angkatan Darat makin meningkat karena perbedaan pandangan politik.
  •   1964: Kondisi ekonomi memburuk, inflasi mencapai ratusan persen, harga kebutuhan pokok melambung.
  •   Awal 1965: PKI mendukung gagasan ‘Angkatan Kelima’ yaitu buruh dan tani dipersenjatai. Angkatan Darat menolak keras.
  •   30 September 1965: Gerakan 30 September menculik dan membunuh enam jenderal dan satu perwira menengah Angkatan Darat.
  •   1 Oktober 1965: Angkatan Darat di bawah pimpinan Mayor Jenderal Soeharto mengambil alih kendali dan menuding PKI sebagai dalang.
  •   1966: Presiden Soekarno mengeluarkan Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) yang memberi wewenang besar pada Soeharto.
  •   1967-1968: Soeharto resmi menggantikan Soekarno sebagai Presiden kedua Republik Indonesia.

Tragedi G30S/PKI: Lembaran Kelam dalam Sejarah Indonesia

   Pada akhir September 1965, Indonesia diguncang oleh sebuah peristiwa yang sampai sekarang masih menjadi salah satu catatan kelam dalam sejarah bangsa, yaitu Gerakan 30 September atau yang biasa disingkat G30S/PKI. Malam itu, tepatnya 30 September hingga dini hari 1 Oktober 1965, sekelompok pasukan bersenjata melakukan penculikan terhadap sejumlah jenderal Angkatan Darat. Tujuh perwira kemudian tewas, dan jasad mereka ditemukan di sebuah sumur tua di kawasan Lubang Buaya, Jakarta Timur.

    Kejadian itu tidak muncul begitu saja. Pada awal 1960-an, suasana politik Indonesia memang penuh ketegangan. Presiden Soekarno mencoba menyatukan berbagai kekuatan dengan konsep Nasakom (nasionalis, agama, dan komunis). Salah satu partai yang cukup kuat saat itu adalah PKI (Partai Komunis Indonesia). PKI memiliki jutaan anggota dan simpatisan, serta dikenal sebagai salah satu partai komunis terbesar di dunia setelah Uni Soviet dan Tiongkok. Namun, hubungan PKI dengan Angkatan Darat sering kali panas karena perbedaan ideologi dan kepentingan.

    Dalam situasi inilah tragedi itu terjadi. Pada malam 30 September, pasukan Gerakan 30 September menculik beberapa jenderal Angkatan Darat. Mereka adalah Jenderal Ahmad Yani, Letnan Jenderal Suprapto, Letnan Jenderal S. Parman, Mayor Jenderal M.T. Haryono, Mayor Jenderal D.I. Panjaitan, Mayor Jenderal Sutoyo Siswomiharjo, serta Lettu Pierre Tendean. Para korban dibawa ke Lubang Buaya dan kemudian dibunuh. Penemuan jenazah mereka pada 3 Oktober membuat masyarakat Indonesia gempar.

    Sejak saat itu, Angkatan Darat yang dipimpin Mayor Jenderal Soeharto bergerak cepat. Soeharto, yang saat itu menjabat Panglima Kostrad, mengambil alih kendali dan menuduh PKI sebagai dalang di balik gerakan ini. Melalui media, tuduhan itu menyebar luas. PKI kemudian dinyatakan terlarang, dan anggotanya diburu di berbagai daerah.

    Dampak dari tuduhan itu sangat besar. Dalam waktu singkat, terjadilah penangkapan besar-besaran dan kekerasan yang menewaskan ratusan ribu orang di berbagai wilayah Indonesia. Ada yang dibunuh, ada pula yang ditahan bertahun-tahun tanpa pengadilan. Ribuan orang bahkan dibuang ke Pulau Buru sebagai tahanan politik. Gelombang penumpasan itu meninggalkan trauma mendalam bagi keluarga korban dan masyarakat.

  Selain menimbulkan korban jiwa, peristiwa G30S/PKI juga membawa perubahan besar dalam pemerintahan. Posisi Presiden Soekarno melemah, sementara Soeharto justru semakin kuat. Pada 11 Maret 1966, Soekarno mengeluarkan Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) yang memberikan wewenang kepada Soeharto untuk menjaga keamanan negara. Surat inilah yang kemudian menjadi pintu masuk bagi Soeharto untuk mengambil alih kekuasaan. Hanya dalam waktu singkat, Soeharto naik menjadi Pejabat Presiden pada 1967 dan resmi menjadi Presiden kedua Indonesia pada 1968.

    Sejak saat itu, dimulailah era Orde Baru. Selama lebih dari 30 tahun, narasi resmi tentang G30S/PKI dibentuk dan disebarluaskan oleh pemerintah. Buku pelajaran, media, hingga film ‘Pengkhianatan G30S/PKI’ digunakan untuk menanamkan pemahaman bahwa PKI adalah dalang tunggal peristiwa tersebut. Generasi muda kala itu tumbuh dengan keyakinan yang sama, karena setiap tahun diwajibkan menonton film tersebut di sekolah maupun televisi nasional.

    Namun, setelah Reformasi 1998, cerita tentang G30S/PKI mulai diperdebatkan kembali. Sejumlah sejarawan dan peneliti mencoba membuka arsip dan meneliti ulang. Ada yang berpendapat bahwa peristiwa itu tidak sepenuhnya dilakukan PKI, melainkan ada konflik internal militer atau bahkan campur tangan asing. Walau begitu, hingga sekarang belum ada bukti yang benar-benar pasti mengenai siapa dalang sesungguhnya. Yang jelas, tragedi 1965 ini membawa dampak yang sangat besar bagi bangsa Indonesia. Tidak hanya menewaskan banyak orang, tetapi juga mengubah arah politik negara. Dari sinilah lahir Orde Baru yang memimpin Indonesia selama lebih dari tiga dekade.

    Bagi pelajar masa kini, memahami G30S/PKI penting bukan hanya untuk mengingat nama tokoh atau tanggal kejadian, tetapi juga untuk mengambil pelajaran dari sejarah. Tragedi itu menunjukkan bahwa perebutan kekuasaan dan perbedaan ideologi bisa berujung pada pertumpahan darah. Dengan belajar sejarah, kita bisa lebih menghargai arti persatuan dan mencari jalan damai dalam menyelesaikan perbedaan.

 

penulis : Lutfhi Hendrawan

Kategori
Majalah Digital

POSTER TENTANG MENJAGA KEBERSIHAN

POSTER