Kategori
Berita

KEGIATAN SEMINAR MAS ASSALAFIYYAH 

DAY 1

 

Rabu, 05 november 2025 MAS assalafiyyah mlangi mengadakan seminar untuk mengisi waktu belajar kelas 10-11 dikarnakan kelas 12 sedang melaksanakan TKA. Tepatnya pada pukul 08:00 seluruh anak-anak kelas 10-11 diarahkan menuju trajumas untuk mengikuti seminar dengan tema ‘Level up your future mempersiapkan diri dan meraih peluang studi ke luar negri. “ bermimpilah setinggi-tingginya,semisal kalian bermimpi menjadi pejabat maka bermimpi juga menjadi pemimpin yang baik dan diidolakan oleh masyarakat,mimpi tersebut dapat diraih dengan cara pendidikan. tujuan adanya seminar ini untuk membangkitkan semangat anak-anak MAS assalafiyyah agar tidak hanya ingin kuliah di dalam negri namun juga diluar negri” kata sambutan dari pak haris selaku bapak kepala sekolah MAS assalafiyyah mlangi. 

 

Seminar kali ini kita mendatangkan tamu yang sangat masyaallah, beliau adalah ibu annisa lutfi hanifah Lc.M.Ag , seorang alumni al ahzar kairo,mesir dengan jurusan tafsir dan ulumul qur’an dan baru saja menyelesaikan S2 nya di UIN Sunan Kalijaga dengan jurusan yang sama, beliau pecinta bahasa arab dan al-qur’an. juga peraih beasiswa al ahzar jalur gontor angkatan 1. Seminar kali ini ibu annisa mengangkat judul “study in the middle east your next big move” yang membahas tentang bagaimana caranya mendapatkan beasiswa keluar negri khususnya timur tengah, hingga menceritakan lika liku menuju kesukesan.

 

Beasiswa adalah rezeky dari allah yang harus dipersiapkan dan diusahakan untuk mendapatkannya. Dan sekarang juga sudah banyak beasiswa yang dibuka khususnya untuk ke al ahzar ada beberapa jalur, contohnya jalur NU menerima 50 orang, jalur Gontor menerima 50 orang, jalur Kemenag menerima 20 orang. kuliah dimesir itu gratis, ga bayar hanyar bayar diawal,kartu ujian dan beli buku. enaknya dapat beasiswa al ahzar itu berangkat-pulang dibiayain, dapat makan, uang saku, uang buku, asrama, visa gratis, rihlah, dan apabila naik 2 kali berturut diberi hadiah tiket liburan. 

 

Jenis jenis beasiswa juga banyak contohnya beasiswa full schoolship dan lain sebagainya. Kenapa harus luar negri? karna wawasan global dan pola pikir jadi lebih terbuka, penguasaan bahasa asing dan mengenal lebih banyak budaya, jenjang internasional, kemandirian dan karakter yang tangguh. Dan kenapa harus timur tengah? karna timur tengah itu pusat peradaban islam dan bahasa arab, rumah bagi universitas islam tertua didunia, lingkungan religius dan intelektual, biaya hidup dan beasiswa yang bersahabat, jaringan internasional yang luas.

 

Untuk mendaftar ke mesir juga mempunyai 3 jalur: 1. Via pemerintah

  1. Via universitas langsung
  2. Via non- pemerintah lembaga yayasan                      

                                                                                        islam 

  

Beliau juga membagi sedikit tips untuk mendaftar Beasiswa seperti 

  1. Pahami karakteristik beasiswa yang dituju
  2. Lengkapi semua dokumen dan syarat ini yang paling penting
  3. Perhatikan skor tes bahasa
  4. Siapkan eassy/motivation leter dengan matang 
  5. Latih diri menghadap wawancara
  6. Tentukan target universitas dan program studi sejak awal
  7. Latih diri untuk menghadap wawancara
  8. Cari mentor dan alumni yang tepat

dan juga beberapa tips supaya berhasil dapat beasiswa al ahzar

    1. Kuasai bahasa arab
    2. Kenali cara belajar dan memenejem waktu
  • Mindset dan resillence, fokus pada proses
  1. Jangan takut gagal
  2. Doa, ikhtiar, dan tawakal

tidak hanya ikhtiar kita yang mengantar pada kesuksesan tapi juga doa dari orang tua yang paling penting.

 

Kesimpulan dari seminar kali ini adalah jika kita ingin kuliah di timur tengah maka harus sabar, ikhtiar, tawakal, pantang menyerah dalam belajar bahasa arab, intinya mau belajar, sabar dan doa dari orang tua. Acara ditutup dengan berbagai pertanyaan dari siswa-siswi yang bertanya. Zidan bertanya “ Tantangan terbesar disana apa?”, beliau menjawab ‘ tantangan terbesarnya adalah bahasa nya soalnya selain bahasa arab biasa disana lebih sering dipakai bahasa amiyyah, selain bahasa, perubahan cuaca yang drastis juga menjadi tantangan.’Nova rizal saputra bertanya” Jurusan paling diminati apa kak?” djawab oleh beliau “ kalo beasiswa boleh mengambil apapun jurusan, paling sedikit peminat tuh bahasa arab, dan paling banyak peminat syariah dan usuludin.” Aisha putri faradina bertanya “ Contoh kehidupan dimesir yang bikin sabar?” lalu beliau menjawab “ Tabiat orang sana tuh keras’ jadi mustahil ga liat orang berantem dan bentak’ satu sama lain,selain itu dimesir juga sistem administrasinya masih manual jadi harus sangat sabar mengantri.”

 

Acara ditutup dengan berbagai kata’ motivasi salah satunya “ Teruslah belajar, teruslah bertumbuh, dunia menunggu kalian. Mimpimu boleh besar tapi siapkan langkah kecil dari sekarang.”

 

Kategori
Berita

RINDU TEROBATI : PONDOK PESANTREN ASSALAFIYYAH MLANGI MENGGELAR PENJENGUKAN YANG DISAMBUT ANTUSIAS

 

     Suara tangis haru santriwan santriwati menggema di pagi ini yang diwarnai langit biru cerah pada tanggal 05 Oktober 2025. Bahwasanya, Pondok Pesantren Assalafiyah Mlangi menggelar acara penjengukan setelah dua bulan terakhir penjengukan lalu. Para santri yang berpakaian putih dengan sarung khasnya berkumpul di Pendopo PAUD lama tepatnya di samping kantin untuk menunggu orang tua mereka menjemputnya.

“Akhirnya penjengukan juga” ujar Najmin nur Izzati, salah satu santriwati.

 

Santri-santri bergegas menghampiri kendaraan orang tua masing-masing ketika kendaraan itu masih terlihat di kejauhan, tangis pecah ketika para santri bertemu dan berpelukan dengan para orang tua yang sudah lama menahan rindu untuk bertemu. Momen bertemu dengan orang tua adalah momen yang paling di tunggu-tunggu oleh semua santri di assalafiyyah. Tangis pilu juga terdengar dari para santri-santri yang tak dapat dijenguk karena jarak tempuh yang jauh, kebanyakan dari santri-santri ini berasal dari luar jawa yang hanya mampu melakukan via video call yang berlangsung hanya 20 menit. 

 

Penjengukan dimulai pada pukul 08.00 WIB untuk santri putra dan berlangsung hingga pukul 14.00, sementara untuk santri putri dimulai pada pukul 09.00 sampai 16.00 WIB. Tempat yang dituju para santri rata rata pusat perbelanjaan maupun aksesoris seperti Mana Kampus,Gramedia, Petra Fashion, Jelita, bahkan Mall terdekat. Tujuannya adalah untuk  diantara kebahagiaan santriwan dan santriwati yakni adalah kiriman, baik dalam bentuk uang atau pun jajan dan kami biasa menyebutnya dengan IN atau inak inak, maksudnya jajan enak, inilah suatu hal yang sangat ditunggu tunggu oleh santri, mereka akan menyerbunya dan *HAP* hilang dalam sekejap. 

 

Untuk jadwal waktu penjengukan di ponpes kami dibedakan antara putra dan putri, untuk putra pagi hari mulai pukul 07.00 sd 08.00 sementara putri pukul 09.00 sd 10.00 penjengukan ini berlangsung selama tujuh jam, santri diperbolehkan bertemu orang tua dan keluar dari pondok  sekedar berefreshing dan mencari angin  untuk menghilangkan penat setelah dua bulan lamanya berjuang menuntut ilmu di pondok pesantren.

 

setelah tujuh jam lamanya santri dikembalikan ke ponpes untuk melanjutkan belajar ,berpisah dengan orangtua dan kembali berjuang untuk merengkuh masa depan yang telah menanti cerah.

Kategori
Berita

Bertabur  Juara : MAS Assalafiyyah Mlangi Membawa Pulang Lebih Dari Sepuluh Piala

Sorakan penuh kebahagiaan memenuhi atmosfer lapangan MAS Assalafiyyah Mlangi Sleman pada tanggal 27 September 2025. Pasalnya, Bapak Fatkhuddin Haris, S.Pd. I., selaku kepala madrasah MAS Assalafiyyah mengumumkan bahwa MA Assalafiyyah Mlangi membawa 12 piala PKM kabupaten Sleman 2025. 

“Alhmadulillah, siswa dan siswi MAS Assalafiyyah kemarin banyak membawa pulang piala PKM tingkat kabupaten Sleman 2025.” Kata Pak Haris di depan seluruh siswa saat apel pagi berlangsung. 

PKM kabupaten Sleman 2025 dilaksanakan dua hari secara berturut-turut, yakni pada tanggal 23-24 September 2025. Jumlah siswa MAS Assalafiyyah Mlangi yang berangkat mengikuti perlombaan tersebut yaitu sebanyak 57 siswa dan siswi. Sedangkan, untuk cabang lomba yang diikuti sebanyak 24 cabang lomba. Lomba tersebut diantaranya yaitu bola voli, tenis meja, bulu tangkis baik ganda maupun tunggal, catur dan sebagainya.

Perlombaan tersebut digelar di berbagai tempat. Untuk cabang bola voli dilaksanakan di lapangan Gondang Legi, Sleman. Cabang bulu tangkis bertempat di GOR Marga Jaya. Cabang tenis meja berlokasi di MA Diponegoro. 

Daftar siswa yang mendapatkan juara yaitu sebagai berikut:

  1. JUARA 1 HADROH 

-Ulyraos Nadi Riyadi

-M Washilatul Al Lutfi

-Alim Zada Faedullah

-Naufal Zafriyan Nabil

-Fathir Rahman Nur Qaaf

-Yudhistira Titan Jati Asmoro

-Madchan Chasani Mubarok

-Muhammad Zidane

-Muhammad Irsyadulngibad

-Ahmad zakky Mubarok

-Muhammad Naufal Zidan ahza

  1. JUARA 1 TENIS MEJA TUNGGAL PUTRA

-Fauzan Masykur Wishnutama

  1. JUARA 1 TENIS MEJA GANDA PUTRA

-Fatan Khasanul Hidayat

-Muhammad Thoil Afiq

  1. JUARA 1 LOMBA KALIGRAFI

-Fatan Akiv Hawadziq

  1. JUARA 2 MTQ PUTRI

-Zanuba Annisaturrufqoh

  1. JUARA 2 MHQ PUTRA

-Muhammad Muchib Chairulfata

  1. JUARA 2 MHQ PUTRI

-Indi Najma Zahira Arif

  1. JUARA 3 MTQ PUTRA

-Muhammad Hafiz Al Qodir  

  1. JUARA 3 BERSAMA LOMBA MSQ PUTRA

-Fahdallah chadziq Musthofa  

-Ahmad Yusuf Habiburrahman 

-Khusni Fajar Mubarok

  1. JUARA 3 BERSAMA LOMBA LARI 100 M PUTRA

-Muhammad Rasyid Ridlo

  1. JUARA 3 CATUR PUTRI

-Giffanaura Archieputri A.

  1. JUARA 3 BERSAMA LOMBA NASYID

-Almiradra Shafa Ranjana

-Churun’in Luthfia Zahra

-Cheysha Nur Linnazira

-Nina Nurhanifa

“Saya sangat beruntung karena bisa mondok di Assalafiyyah yang membuat saya dapat menang lomba kemarin. Pondok ini sangat mendukung saya dengan menyiapkan mentor, fasilitas dan materi yang harus saya pelajari.” kata Alim Zada Faedullah, salah satu peserta lomba yang mendapatkan juara PKM kabupaten Sleman.

Prestasi yang diraih MAS Assalafiyyah Mlangi Sleman ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh siswa untuk terus mengembangkan bakat dan kemampuan mereka, serta mengharumkan nama sekolah di tingkat nasional.

Penulis : 

Hafiz Ramadhan 

Ahmad Ghaisan Taba Tabai

Kategori
Berita

DARI REVOLUSI INDUSTRI, AI SAMPAI PENDIDIK YANG TIDAK DIBUTUHKAN LAGI

Dunia berubah dan akan selalu berubah. Bahkan perubahan yang awalnya membutuhkan waktu berabad-abad kini bisa berubah lagi dengan waktu yang lebih cepat. Bandingkan saja rentang waktu perubahan dunia mulai dari era revolusi industri 1.0 sampai saat ini era society 5.0. Sekitar akhir abad ke-18, dunia mulai berubah dengan ditemukannya mesin uap. Mesin-mesin uap menggantikan pekerjaan yang semula dikerjakan oleh manusia dan hewan. Dunia mengenal era ini sebagai era revolusi industri 1.0. Akhir abad ke-19, mulailah pemanfaatan listrik, minyak dan baja dalam industri-industri yang ada. Produksi-produksi masal semakin cepat dan hemat. Dunia kita memasuki era revolusi industri 2.0. Masih di abad 19 (sekitar tahun 1970-an) dunia memasuki era revolusi industri 3.0 dengan munculnya otomatisasi dan komputerisasi.  Hanya berselang kurang lebih 40 tahun, yaitu sekitar tahun 2010 masuklah dunia kita dalam era revolusi industri 4.0 dimana masa ini adalah titik ledak kemajuan teknologi digital. Internet menghubungkan seluruh dunia, munculnya big data dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Belum genap  10 tahun, pada tahun 2019 Jepang menyatakan telah memasuki era society 5.0 dimana teknologi dan kemanusiaan berintegrasi untuk kesejahteraan.

Berbicara tentang perubahan, AI adalah salah satu produk perubahan yang saat ini paling berperan. Bayangkan saja, sekarang AI sudah hampir memasuki semua lini kehidupan manusia. Mulai dari bidang medis, bisnis, industri kreatif dan tak terkecuali bidang pendidikan. Bahkan muncul sebuah kekhawatiran di antara para pendidik di sekolah dimana mereka nantinya tidak lagi dibutuhkan. Bagaimana tidak, belum lama ini saja, sebuah perusahaan OpenAI telah merilis ChatGPT-5 yang mereka klaim kecerdasannya setara dengan lulusan PhD. “Waduh, bakal nganggur nih kita”, begitu kata salah satu teman pendidik saya.

Eits, tenang. Saya tegaskan AI tidak akan bisa menggantikan peran pendidik dalam dunia pendidikan. Kenapa saya berani ngomong seperti itu? Barangkali benar jika AI lebih pintar dari pada kita. Pengetahuannya lebih luas dari pada kita. Tapi pendidikan bukan hanya soal  pengetahuan. Pendidikan juga soal bagaimana kita menanamkan rasa kemanusiaan. Bapak pendidikan kita, Ki Hadjar Dewantara menyatakan bahwa salah satu tujuan pendidikan adalah untuk menumbuhkan budi.  Budi sendiri adalah akal pikiran yang matang, yang bisa membedakan mana benar mana salah, mana pantas mana tidak. Inilah yang tidak bisa dicapai oleh AI. AI tidak punya empati, nilai-nilai moral, dan intuisi pedagogis yang dimiliki oleh seorang pendidik sebagai manusia. AI boleh saja menggapai otak siswa dengan memberinya pengetahuan sebanyak-banyaknya, tapi AI tidak akan mampu menyentuh hati siswa dan menanamkan nilai-nilai kemanusiaan di dalamnya.

Barangkali, kemajuan AI yang sangat pesat ini bisa kita manfaatkan sebagai seorang pendidik untuk kemajuan pendidikan. Sebagai manusia, kita tidak cukup hanya dengan bertahan. Kita juga wajib beradaptasi dengan perkembangan. Yang tidak beradaptasi, akan mati. Jadikan AI sebagai teman, bukan musuh yang harus kita hindari dan singkirkan. Misalnya kita meminta bantuan AI untuk memperkaya proses pembelajaran seperti penyediaan sumber belajar tambahan, sumber belajar interaktif, otomatisasi administrasi atau bahkan membantu diferensiasi pembelajaran sesuai kebutuhan siswa. Tapi ingat, tidak ada hal di dunia ini yang seutuhnya baik. Penggunaan AI juga memiliki tantangannya sendiri. Jika tidak digunakan dengan bijak, AI akan menimbulkan berbagai macam masalah seperti ketergantungan teknologi, plagiarism, dan bahkan yang terburuk berkurangnya kemampuan kita sebagai manusia untuk berpikir kritis. Untuk menghadapi tantangan ini, kita perlu meningkatkan literasi digital. Bukan hanya soal keterampilan teknis, tapi kita juga perlu memahami bagaimana etika dalam penggunaannya. Jadikan selalu AI sebagai pembantu, bukan sekedar jalan pintas untuk menyelesaikan tugas. Perkuat pula nilai-nilai humanisme dalam pembelajaran. Kita boleh saja memanfaatkan AI, tapi dalam pendidikan interaksi tatap muka, empati dan motivasi personal tetaplah mejadi sebuah inti.

AI bukanlah ancaman. Dengan literasi digital yang baik, etika yang kuat dan komitmen pembelajaran sepanjang hayat, AI adalah sebuah peluang dan keuntungan. Kuncinya adalah keseimbangan, yaitu memanfaatkan teknologi tanpa menghilangkan rasa kemanusiaan. Terakhir akan saya tutup tulisan kali ini dengan sebuah pernyataan dari Marcus Aurelius dalam bukunya yang berjudul Meditation, “…segala sesuatu yang kita dengar adalah opini, bukan fakta. Segala sesuatu yang kita lihat adalah perspektif, bukan kebenaran”. Seluruh tulisan saya adalah opini dan perspektif saya pribadi. Tidak 100% benar tetapi tidak menutup kemungkinan tidak 100% salah. Pembaca sekalian boleh untuk tidak percaya.

 

Penulis : Muhammad Irsyad

Guru mata pelajaran matematika MA Assalafiyyah Mlangi

 

Kategori
Berita Siswa

Tegang Dan Bergengsi : Mengulik Debat Pemilos MAS Assalafiyyah 2025

Kamis, 28 Agustus 2025, Debat PEMILOS dilaksanakan di MAS Assalafiyyah Mlangi pada pagi hari. Kegiatan tersebut bertempat di Mushola Terajumas dan melibatkan seluruh siswa MAS Assalafiyyah untuk berpartisipasi–baik siswa dari kelas reguler maupun kelas internasional. Tidak lupa, sebagian dari guru MAS Assalafiyyah tersebut pun turut hadir dalam medan pelaksanaan debat.

Tiga siswa yang menjadi kandidat yaitu Nova Rizal Saputra siswa kelas XI IPA 1, Ahmad Jamaluddin siswa kelas XI IPA 1 dan Muhammad Raffi Al Birr siswa kelas XI IPS 1. Visi dan misi daripada para kandidat memiliki keunggulan masing-masing yang diharapkan dapat mendukung tercapainya tujuan mereka yakni menjadi ketua OSIM MAS Assalafiyyah Mlangi masa bakti 2025/2026.

            Berikut adalah visi dan misi daripada ketiga kandidat :

  1. Nova Rizal Saputra

Visi:

  • Menjadikan OSIM sebagai wadah pengembangan karakter, kreativitas inspiratif demi terciptanya lingkungan sekolah yang harmonis dan berprestasi.

Misi:

  • Mengoptimalkan program di MAS Assalafiyyah Mlangi.
  • Menyelenggarakan kegiatan  kepemimpinan, komunikasi antar siswa.
  • Mendorong terciptanya budaya disiplin, dan semangat kebersamaan dalam lingkungan sekolah.
  1. Ahmad Jamaluddin

Visi:

  • Menjaga tradisi lama yang baik dan membentuk karakter siswa

Misi:

  • Mengadakan acara yang membentuk kekompakan.
  • Membantu mensukseskan acara yang diselenggarakan sekolah maupun guru.
  1. Muhammad Raffi Al Birr

Visi:

  • Mewujudkan OSIM sebagai rumah literasi untuk sekolah yang kreatif dan aspiratif.

Misi:

  • Mengisi papan madin dengan berita-berita ekonomi dan politik terbaru, agar para siswa MAS Assalafiyyah dapat meningkatkan literasi dan memahami geopolitik yang teradi dalam negeri maupun luar negeri.

Dapat disimpulkan bahwa setiap kandidat memiliki tujuan yang berbeda-beda dalam membentuk OSIM MAS Assalafiyyah Mlangi kedepannya. Lantas bagaimana para respon siswa akan hal tersebut?

“Saya yakini Pak, dengan visi dan misi yang saya ajukan untuk menjadi ketua OSIM masa bakti 2025/2026” Jawab Muhammad Rafi Al Birr mengundang sorakan dari para peserta ketika ditanyakan apakah ketiga kandidat sudah yakin dengan visi dan misi masing-masing.

Tidak mau kalah, Ahmad Jamaluddin dan Nova Rizal Saputra menjawab dengan hal yang sama. keduanya menyatakan bahwa mereka yakin dengan visi dan misi yang dilontarkan akan mengambil hati siswa dan guru MAS Assalafiyyah.

Dalam sesi tanya-jawab, suasana debat berlangsung cukup dinamis. Beberapa kandidat memberikan tanggapan kritis terhadap program pasangan lain, namun tetap dengan sikap sportif. Misalnya, Muhammad Raffi Al Birr menekankan pentingnya program literasi tentang dunia politik dan ekonomi bagi para siswa untuk menghadapi masa yang akan datang, sementara Nova Rizal Saputra menyoroti perlunya kegiatan yang dapat mengasah kreativitas dan keterampilan siswa.

Ahmad Jamaluddin menyatakan bahwa Ia tak ingin membuat program baru jika program sebelum-sebelumnya dirasa kurang efektif. Ia mengatakan “Bagaimana mau bikin program baru, kalau program lama saja belum terlaksanakan dengan baik. Maka dari itu, dalam visi saya tertulis Menjaga tradisi lama yang baik dan membentuk karakter siswa yang bermaksud menjadikan program lama sebagai program yang lebih optimal daripada sebelumnya.”

Pernyataan dari ketiga kandidat mendapatkan respon yang berbeda-beda. Antusiasme siswa sangat tinggi. Tepuk tangan dan sorakan dukungan kerap terdengar saat para calon menyampaikan ide-ide mereka. “Debat kali ini seru sekali, karena setiap kandidat punya program yang berbeda dan menarik,” ujar Ghaisan, salah satu siswa kelas XI IPA.

Debat ditutup dengan penyampaian pernyataan akhir dari masing-masing kandidat. Pembawa acara debat PEMILOS masa bakti 2025/2026, Syauqi Fahmi Nidzom, menyampaikan bahwa proses pemungutan suara akan dilaksanakan tepat setelah acara debat PEMILOS selesai dan bertempat di ruang BK yang nantinya akan dipandu oleh anggota OSIM.

Penulis :

Hafiz Ramadhan & Ahmad Ghaisan Taba Tabai

Kategori
Berita Siswa

Debat Pemilos 2025/2026 : Siapa Yang Paling Siap Memimpin ?

Mlangi- 28 Agustus 2025 tepatnya pada hari Kamis pukul 10:10-12:10 WIB, MAS Assalafiyyah melaksanakan pemilihan Ketua OSIM untuk membentuk kepengurusan baru dan untuk menyuarakan suara para Siswa dan Guru yang bertempat di trajumas. Dengan tiga kandidat yaitu Hayyu Nida Nurrahmah, Nabila Ismatuni’mah, Meidina Naila Falah yang akan menduduki jabatan ketua OSIM tahun ini.

Acara ini diikuti oleh seluruh siswi MAS Assalafiyyah baik dari jurusan IPA maupun IPS serta dari beberapa Guru putri. Ketiga calon ketua OSIM ini memiliki keunggulan yang berbeda beda “Kalo saya memiliki pemikiran yang tepat” Kata Hayyu Nida Nurrahmah, “Saya lebih PD dari yang lain” Ucap Nabila Ismatuni’mah, “Saya itu…bisa banyak memunculkan ide” Tutur Meidina Naila Falah.

Beberapa Visi Misi dilontarkan dengan semangat yang dibuat berdasarkan pemikiran sendiri, terlihat menarik, salah satunya adalah “Kritikmu adalah Ideku” yang di cetuskan oleh Hayyu Nida Nurrahmah. Program-Program kerja unggulan yang dijanjikan mereka tidak kalah memukau dari Visi Misinya seperti, mengadakan festival budaya nusantara oleh Hayyu Nida Nurrahmah, mengadakan club tonti oleh Meidina Naila Falah, work-up bahasa oleh Nabila Ismatuni’mah.

Perdebatan berlangsung cukup serius, lantaran berbagai macam pertanyaan muncul dengan Tingkat kesulitan yang cukup rumit untuk dijawab dan disuguhkan kepada mereka.”Banyak proker yang ramai di awal tapi berakhir sepi, Karna itu apa strategi kalian untuk mempertahankannya?” Tanya Putri Meidina Fauzia selaku Moderator. Dalam kurun waktu yang terbatas para kandidat berusaha berpikir keras dan menata kalimat yang sempurna agar nantinya terlihat mantap saat speak up.

Acara ini berlangsung dengan hikmat dan para siswi sangat semangat mengikutinya. Setelah para siswi mendengarkan debat para kandidat calon ketua OSIM masa bakti 2025/2026 mereka diarahkan untuk registrasi dan dilanjutkan dengan pemilos yang berlangsung dengan tertib.

Penulis : Agelica Ananta Aris Susilo

Kategori
Berita

Partisipasi Semesta untuk Pendidikan Nasional

Selamat Hari Pendidikan Nasional 2025!

Para Guru dan Siswa MTs MA Assalafiyyah turut memberikan doa terbaik untuk para pahlawan _wabil khusus_ pahlawan Pendidikan dan memperingati Hari Pendidikan Nasional tahun 2025 pada hari sabtu, 03 mei 2025. Mengingat di hari Jum’at bertepatan hari libur madrasah dan para santri beraktivitas di pesantren untuk melaksanakan kurikulum Pesantren.

Di komplek Madrasah Putri, para siswi memperingati Hardiknas bersama dengan Kepala MTs beserta waka kurikulum dan waka kesiswaan, dan di Madrasah Putra bersama dengan Kepala MA beserta waka kurikulum dan waka kesiswaan. Adapun untuk Pembina Upacara bersama dengan Bp. Ahmad Nadzif Haq, S.Sos. beliau sebagai Staff Waka Kesiswaan, dan Berikut Pesan Kutipan Amanahnya, (semoga kami sebagai siswa dan santri Assalafiyyah bisa mengambil hikmah amanah Hari Pendidikan Nasional 2025 untuk menggapai asa, aamiin)

Terdidik Sepenuhnya

Kemarin, Jumat 2 Mei 2025, dunia pendidikan merayakan lebarannya. Hari raya bagi siswa, guru dan sekolah, semestinya begitu. Mengapa 2 Mei? Di tanggal itu pada Tahun 1889 lahir seorang tokoh cerdas dan hebat yang selogannya kita hafal di luar kepala: “Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani”. Benar, Ialah Raden Mas Soewardi Soerjoningrat, atau akrab kita kenal sebagai Ki Hajar Dewantara. Peran Ki Hadjar dalam melawan kolonialisme, membangun pendidikan nasional Lewat Sekolah Taman Siswa, dan sebagai Menteri Pendidikan Pertama membuat Beliau dijuluki sebagai Bapak Pendidikan Nasional.

Lantas mengapa pendidikan penting sehingga digaung-gaungkan dan diperjuangkan sedemikian rupa? salah satu jawabannya, sebab pendidikan adalah satu-satunya cara untuk menjadikan manusia sebagai manusia. Manusia tidak menjadi manusia ketika berperilaku seperti hewan: tak tahu aturan, bodoh, menuruti hawa nafsu, tidak berpikir dalam bertindak, rakus,pemarah dan mementingkan diri sendiri. Manusia juga tidak menjadi manusia ketika memiliki sifat setan: sombong, tidak bertanggung jawab, tidak jujur, mengadu domba, merasa paling baik, dan menebarkan kebencian. Seharusnya, manusia tidak memiliki sifat-sifat tercela itu. Oleh karenanya, manusia dididik dan belajar terus menerus selama hidupnya agar terhindar dari sifat hewan dan setan menemukan karakter terbaiknya serta pengetahuan seluas-luasnya.

Untuk mencapai itu, ada manusia yang mengenyam pendidikan lewat sekolah, mulai dari SD, SMP, hingga perguruan tinggi dan bergelar rofesor. Dia ingin membentuk karakternya dari teladan guru, ajaran-ajaran moral, etika, atau filsafat yang diajarkan di kelas, buku atau pergaulannya. Dia juga ingin mempelajari dunia yang sangat luas ini lewat matematika, fisika, kimia, biologi, ekonomi, geografi, informatika, sosiologi, sejarah,  ilmu politik, dan banyak lagi.

Ada pula manusia yang memilih mondok di pesantren. Dia ingin menjadi manusia beriman dan berakhlakul karimah lewat teladan sekaligus bimbingan Kyai, Ulama, atau asatidz. Dia ingin punya karakter baik melalui ilmu akhlaq dan tasawuf. Dia ingin menguatkan aqidahnya dengan ilmu tauhid atau kalam, memperbaiki ibadahnya dengan fikih, lalu belajar tafsir, hadis, tarikh, tajwid, nahwu, sorof, sampai menghafal Al-Quran.

Keduanya punya tujuan yang sama, yaitu menjadi manusia yang benar-benar manusia, yang berakhlak dan berpengetahuan. Maka, betapa beruntungnya kita semua yang diberi anugerah untuk menjadi keduanya. Menjadi manusia pilihan yang bisa belajar di pesantren dan sekolah sekaligus tanpa perlu berdebat mana yang lebih baik. Seperti yang dikatakan Aristoteles, seorang filsuf terkenal,

 “Mendidik pikiran tanpa mendidik hati adalah bukan pendidikan sama sekali”.

Dengan kesempatan besar ini, kita adalah manusia yang belajar dan terdidik sepenuhnya. Kita dibentuk oleh orang-orang terbaik untuk menjadi generasi yang berpengetahuan umum, berbudi luhur, berakhlaqul karimah, beriman teguh dan faqihu fidiin.  Tiada nikmat lain di dunia yang melebihi nikmat seorang ahli ilmu, karena dengan ilmu, kita mengusai semua hal. Perkataan Imam Syafi’i berikut menjadi dasarnya:

  مَنْ أَرَادَ الدُّنْيَا فَعَلَيْهِ باِلعِلْمِ وَمَنْ أَرَادَ الآخِرَةَ فَعَلَيْهِ باِلعِلْمِ

“Barangsiapa yang menginginkan (kebahagiaan) dunia, maka hendaknya dengan ilmu. Dan barangsiapa yang menginginkan (kebahagiaan) akhirat, maka hendaknya dengan ilmu.” (Manaqib Asy Syafi’i, 2/139)

Dengan demikian, marilah kita bersyukur lewat ucapan kita “alhamdulillah”, hati kita yang penuh rasa syukur, dan perilaku kita dengan cara bersungguh-sungguh dalam belajar dan berkhidmat. Semoga Allah s.w.t. senantiasa menolong kita dalam usaha-usaha baik kita.

Nadhif Haq,

Yogyakarta, 2 Mei 2025.

Kategori
Berita Siswa

Seminar Bedah Buku Kisah-kisah Banser yang mendebarkan

Santri Putra Assalafiyyah dari kelas 10, 11 dan 12 Madrasah Aliyah, sangat antusias mengikuti kegiatan Seminar Bedah Buku Kisah-kisah Banser yang mendebarkan, yang dilaksanakan di Joglo Komplek Tahfidz Putra PP. Assalafiyyah Mlangi, pada Senin tanggal 03 Januari 2022. Hadir sebagai narasumber, Gus Nadhief Sidqi (penulis buku), Kyai Hasan Basri dan Seorang penulis aktif wanita. Seperti diketahui bahwa Gus Nadhief Sidqi adalah Alumni Al Azhar Cairo, sekarang menjabat dan mengabdi sebagai Ketua Ansor Rembang. Beliau kebetulan adalah Sepupu Gus Yahya Staquf, ketua PBNU baru terpilih di Muktamar NU Lampung kemarin.
Menurut Gus Nadhief, Banser itu makhluk hidup yang mirip dengan kita yang didesain untuk melayani para ulama NU. Banser itu merupakan kader inti Gerakan pemuda ansor, sebuah badan otonom NU. Buku ini banyak mengisahkan Kisah-kisah menarik baik yang lucu, lugu maupun yang histeris dan heroik. Salah satunya tujuan ditulisnya buku ini adalah untuk membiasakan kembali karakter santri, warga NU dan masyarakat yang santai, riang gembira dan humoris, yang selama ini terbiasakan ngotot fokus mengkounter aliran radikal. Menurut beliau, biarkan jenggot jadi urusan nya tukang cukur dan celana cingkrang jadi urusan nya tukang jahit.
Adapun menurut Kyai Hasan Basri, Banser itu paling banyak perannya tapi jarang ditulis, Buku yang pernah ditulis mungkin barulah buku yang berjudul Kelompok Para Militer NU. Karenanya beliau sangat mengapresiasi adanya buku baru yang menulis tentang Banser. Analisa bedah buku Banser lain dari Seorang penulis aktif wanita bisa dicermati di video berikut :


Kategori
Berita

PKKM Berlangsung Lancar, MAS Assalafiyyah Mlangi Presentasikan Data Berbasis Digital

Belum genap satu bulan Penilaian Kinerja Kepala Madrasah (PKKM) MAS Assalafiyyah Mlangi telah berjalan lancar. Kegiatan PKKM yang digelar pada 15 Desember 2021 tersebut merupakan kegiatan PKKM kedua yang diikuti oleh madrasah yang baru berdiri di tahun 2014. Kegiatan berlangsung selama dua jam yakni pukul 11.00 – 13.00 WIB dan digelar di gedung madrasah yang bernuansa alam. Penilaian dilakukan oleh dua pengawas utusan dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman, yakni Drs. H. Daryono, M.Pd., dan Drs. Mujiyono, M.Pd.I.

PKKM menjadi agenda rutin setiap tahun. Kegiatan ini menjadi wujud untuk menjamin mutu penyelenggaraan pendidikan. Instrumen penilaian mencakup lima aspek yaitu kepribadian dan sosial, usaha pengembangan madrasah, pelaksanaan tugas manajerial, pengembangan kewirausahaan, dan hasil kinerja kepala madrasah. Kelima aspek tersebut saling berkesinambungan dan siap dipresentasikan oleh masing-masing tim sukses dalam kegiatan PKKM ini.

Pelaksanaan PKKM di MAS Assalafiyyah Mlangi tahun ini, berbeda dengan tahun sebelumnya. Pada tahun ini penyajian laporan dilakukan dengan menerapkan konsep paper less, yang artinya tim madrasah telah mengunggah semua aspek penilaian ke dalam berkas data google drive. Data dalam google drive pun memiliki kesinambungan dengan sistem kelola data madrasah yakni Siakad (Sistem Informasi Akademik). Siakad merupakan portal eksklusif yang dikelola madrasah dalam menyajikan segala bentuk aktivitas guru dan siswa. Siakad merupakan sumber data terkait berkas pembelajaran, prestasi bahkan konseling dari setiap siswa di madrasah.

Bentuk integrasi tersebut mendapat apresiasi dari pengawas. Selain kelengkapan data terekam secara digital, data dapat diperbaharui dengan mudah untuk membantu menyukseskan kegiatan akreditasi madrasah di tahun mendatang. Hal lain adanya sistem kelola Siakad memudahkan monitoring dan evaluasi bagi semua kegiatan guru dan peserta didik sebagai komponen penting dalam kegiataan PKKM tahun ini. Kegiatan PKKM tahun 2021 diakhiri dengan mengambil dokumentasi berupa foto bersama di halaman gedung madrasah. (aqr)