RINDU TEROBATI : PONDOK PESANTREN ASSALAFIYYAH MLANGI MENGGELAR PENJENGUKAN YANG DISAMBUT ANTUSIAS

 

     Suara tangis haru santriwan santriwati menggema di pagi ini yang diwarnai langit biru cerah pada tanggal 05 Oktober 2025. Bahwasanya, Pondok Pesantren Assalafiyah Mlangi menggelar acara penjengukan setelah dua bulan terakhir penjengukan lalu. Para santri yang berpakaian putih dengan sarung khasnya berkumpul di Pendopo PAUD lama tepatnya di samping kantin untuk menunggu orang tua mereka menjemputnya.

“Akhirnya penjengukan juga” ujar Najmin nur Izzati, salah satu santriwati.

 

Santri-santri bergegas menghampiri kendaraan orang tua masing-masing ketika kendaraan itu masih terlihat di kejauhan, tangis pecah ketika para santri bertemu dan berpelukan dengan para orang tua yang sudah lama menahan rindu untuk bertemu. Momen bertemu dengan orang tua adalah momen yang paling di tunggu-tunggu oleh semua santri di assalafiyyah. Tangis pilu juga terdengar dari para santri-santri yang tak dapat dijenguk karena jarak tempuh yang jauh, kebanyakan dari santri-santri ini berasal dari luar jawa yang hanya mampu melakukan via video call yang berlangsung hanya 20 menit.  

 

Penjengukan dimulai pada pukul 08.00 WIB untuk santri putra dan berlangsung hingga pukul 14.00, sementara untuk santri putri dimulai pada pukul 09.00 sampai 16.00 WIB. Tempat yang dituju para santri rata rata pusat perbelanjaan maupun aksesoris seperti Mana Kampus, Gramedia, Petra Fashion, Jelita, bahkan Mall terdekat. Selain untuk berbelanja atau sekedar healing mencari angin untuk menghilangkan penat setelah dua bulan lamanya berjuang menuntut ilmu di pondok pesantren, tujuan yang sebenarnya adalah untuk memuaskan diri bertemu orang tua dengan bertukar cerita.

 

Diantara kebahagiaan santriwan dan santriwati yakni adalah kiriman, baik dalam bentuk transfers dalam barcode maupun jajan dan kita biasa menyebutnya dengan IN atau inak inak, maksudnya jajan enak, inilah suatu hal yang sangat ditunggu tunggu oleh santri, mereka akan menyerbunya dan *HAP* hilang dalam sekejap. 

 

Acara berlangsung tertib dan kondusif dengan pengawasan dari para pengurus putri maupun putra. Tepat pukul 14.00 dan juga 15.00, para santri berpamitan dengan para walinya. Sekecup hangat mendarat di dahi santri diiringi dengan tangis perpisahan beserta doa orang tua yang selalu mengiringi. Setelah tujuh jam lamanya santri dikembalikan ke ponpes untuk melanjutkan belajar, berpisah dengan orangtua dan kembali berjuang untuk merengkuh masa depan yang telah menanti cerah.